Jamu Gendong, Warisan Leluhur yang Sudah Ada Sejak Ratusan Tahun Silam






Berita Nasional (25)
Buku (13)
Info Pendidikan Nasional (131)
Info Pendidikan PAUD (17)
Info Pendidikan SD/MI (38)
Info Pendidikan SMA (8)
Info Pendidikan SMP (60)
Modul (36)
Perpustakaan (7)
Source Code (7)
Template (4)
Undang-undang RI (1)





















• 15 Januari 2010
Workshop Kolaborasi PHP dan jQuery

• 29 Oktober 2009
Workshop VBA Programming for Excel

• 29 Oktober 2009
Bedah Buku "Membongkar Trik Rahasia Master PHP"

• 14 Maret 2009
Seminar "Membangun Portal Berita ala Detik.com"


Beranda » Info Pendidikan Nasional » Jamu Gendong, Warisan Leluhur yang Sudah Ada Sejak Ratusan Tahun Silam

Selasa, 01 Juni 2021 - 06:19:25 WIB
Jamu Gendong, Warisan Leluhur yang Sudah Ada Sejak Ratusan Tahun Silam
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Info Pendidikan Nasional - Dibaca: 62054 kali

Halo, Sobat ! Apakah kalian pernah melihat ibu-ibu yang menggendong bakul berisikan botol-botol jamu? Biasanya, masyarakat menyebutnya dengan istilah “jamu gendong”. Ternyata, jamu gendong sudah ada sejak masa kerajaan Hindu-Buddha loh! Penasaran seperti apa sejarah jamu gendong? Yuk simak artikel ini untuk informasi selengkapnya!

Jamu, minuman warisan leluhur

Kata jamu berasal dari bahasa Jawa kuno, yaitu jampi atau usodo. Jampi atau usodo memiliki arti penyembuhan menggunakan ramuan obat-obatan atau doa-doa. Istilah jampi banyak ditemukan pada naskah kuno, seperti pada naskah Gatotkacasraya yang ditulis oleh Mpu Panuluh dari Kerajaan Kediri pada masa Raja Jayabaya.

Jamu merupakan warisan leluhur yang sangat berharga. Minuman ini telah memegang peranan penting dalam pemeliharaan kesehatan dan kebugaran masyarakat nusantara sejak ratusan tahun silam. 

Secara sederhana, jamu dapat juga disebut sebagai obat herbal asli Indonesia yang diracik menggunakan bahan-bahan alami untuk menjaga kesehatan dan juga menyembuhkan penyakit. Bahan-bahan yang digunakan cukup mudah ditemukan di lingkungan seperti daun, rimpang, batang, buah, bunga, dan kulit batang.

Jamu sendiri memiliki beberapa jenis, mulai dari yang berbentuk kapsul, tablet, sachet, hingga tradisional seperti jamu gendong. Dari berbagai jenis tersebut, jamu tradisional atau yang lebih dikenal dengan jamu gendong masih digemari masyarakat dari bermacam kalangan.

Arti dari menggendong bakul jamu

Jamu gendong adalah jamu hasil produksi rumahan (home industry). Jamu ini dijajakan dengan cara memasukkannya ke dalam botol-botol. Kemudian, botol-botol ini disusun secara rapi di dalam bakul. Setelah itu, penjual jamu akan menggendong bakul yang berisi jamu tersebut saat berjualan. Itulah sebabnya, jamu ini dikenal sebagai jamu gendong. 

Biasanya para penjual jamu gendong memasarkan dagangannya dengan cara berkeliling setiap hari. Penjual jamu gendong kebanyakan adalah kaum hawa. Hal ini karena dahulu tenaga laki-laki lebih diperlukan dalam bidang pertanian.

Hal yang membuat menarik dari jamu gendong adalah cara membawa barang dagangannya, yaitu digendong menggunakan kain batik, jarik, dan sebagainya. Ini adalah ciri khas perempuan Jawa dari dulu, bahkan sampai saat ini. Tidak hanya jamu, dagangan lain seperti pecel, nasi liwet, dan juga aneka jajanan juga sering dijajakan dengan cara digendong.

“Menggendong” memiliki arti dan makna tersendiri. Menggendong identik dengan seorang ibu yang memomong anak kecil. Jadi, perempuan Jawa menggendong barang dagangannya (rezeki) seperti membawa anak kecil yang harus dilakukan dengan lemah lembut dan telaten. 

Sudah ada sejak zaman kerajaan Hindu-Buddha

 

Siapa sangka jamu sudah ada sejak zaman dahulu? Terdapat banyak sekali bukti sejarah yang menyebut bahwa jamu telah ada pada zaman kerajaan Hindu-Buddha. Relief yang menggambarkan pembuatan atau penggunaan jamu ditemukan pada beberapa candi di Indonesia seperti Candi Borobudur, Prambanan, Penataran, Sukuh, dan Tegalwangi. 

Selain dari relief candi, jamu juga ada dalam Prasasti Madhawapura peninggalan Kerajaan Majapahit. Dalam prasasti, disebutkan bahwa profesi peracik jamu yang disebut dengan acaraki. Seorang acaraki harus berdoa terlebih dulu sebelum meracik jamu. Ia juga harus bermeditasi dan berpuasa sebelum meramu jamu. 

Semua ini harus dilakukan supaya ia bisa merasakan energi positif yang bermanfaat untuk kesehatan. Ritual ini dilakukan karena masyarakat Jawa kuno percaya bahwa Tuhan adalah sang penyembuh sejati.

Awalnya, jamu hanya diperuntukkan bagi kalangan istana kerajaan. Namun lambat-laun akhirnya jamu mulai didistribusikan untuk masyarakat. Pada perkembangan selanjutnya banyak pedagang yang berjualan jamu secara berkeliling. Laki-laki membawanya dengan dipikul, perempuan membawanya dengan digendong.

Seperti yang telah disebutkan di atas tadi, tenaga laki-laki lebih dibutuhkan di bidang pertanian. Maka dari itu penjual jamu mulai didominasi oleh kaum perempuan yang menjajakannya dengan cara digendong.

Saat ini, jamu tradisional masih sering dijumpai. Hanya saja cara menjajakannya sudah bervariasi, ada yang menggunakan sepeda, motor, ataupun gerobak. Meski berbeda cara menjajakannya, jamu yang dijual masih sama seperti penjual jamu gendong.

Sekarang Sobat SMP sudah mengetahui tentang jamu gendong. Siapa nih yang sudah pernah merasakan jamu gendong? Yuk tulis pengalaman kalian di kolom komentar ya Sobat SMP!


 

 Referensi: Buku Jamu Gendong Solusi Sehat Tanpa Obat terbitan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa tahun 2018



141 Komentar :

Incredibly best phone dictionary in LA
10 Oktober 2021 - 20:31:50 WIB

you aare in point of fact a excellent webmaster.

The web site loading speed is incredible. It sort of feels that you're doing any
unique trick. In addition, The contents are masterwork.
you have performed a excellent job on this topic!
symptoms of poor blood circulation to the brain
10 Oktober 2021 - 21:37:22 WIB

You really make it seem so easy with your presentation but I find
this topic to be actually something that I think I would never understand.
It seems too complex and extremely broad for me. I am
looking forward for your next post, I will try to get the hang of
it!
textilcvt.com
10 Oktober 2021 - 22:13:09 WIB

Appreciating the time and energy you put into your website and
in depth information you provide. It's great to come across a blog every once
in a while that isn't the same unwanted rehashed information. Wonderful read!
I've bookmarked your site and I'm including your RSS feeds to my Google account.
judi bola
11 Oktober 2021 - 03:08:50 WIB

I think that iss among the so much vital information for me.
Andd i am happy studying your article. But want tto remark
on few normal issues, The web site style is perfect, the artikcles is in reality excellnt :
D. Just right job, cheers
memek tembem
11 Oktober 2021 - 03:28:40 WIB

Truly no matter if someone doesn't understand afterward its up to other viewers that they will help, so here iit akes place.
judi online terpercaya
11 Oktober 2021 - 03:41:10 WIB

I’m not that much of a online reader to be honest but
your blogs really nice, keep it up! I'll go ahead and bookmark your site to come back down the road.

Many thanks
우리카지노
11 Oktober 2021 - 03:45:47 WIB

Awesome blog you have here but I was wondering if you knew of any forums
that cover the same topics discussed here? I'd really
love to be a part of group where I can get opinions from
other knowledgeable people that share the same interest. If you have any recommendations, please let me know.

Cheers!
slot39
11 Oktober 2021 - 05:31:13 WIB

What's up to all, hhow is everything, I think
every one is getting more from this site, and your views are fastidious in support oof new people.
natural home remedy for poor circulation
11 Oktober 2021 - 06:22:24 WIB

I got this website from my friend who told me about this website and
now this time I am visiting this website and reading very informative articles or
reviews here.
baccarat online
11 Oktober 2021 - 06:40:51 WIB

It's actually a nice and useful piece of info. I am glad that
you shared this helpful information with us. Please keep us up to date like this.
Thank you for sharing.
<< First | < Prev | 1 | 2 | 3 | ... | 15 | Next > | Last >>

Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 


Langganan RSS





/ /


Oktober, 2021
MSSR KJS
     12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31      





9607300

Pengunjung hari ini : 3266
Total pengunjung : 670502

Hits hari ini : 47635
Total Hits : 9607300

Pengunjung Online: 124





Apa Browser Favorit Anda?

Internet Explorer
Mozilla Firefox
Google Chrome
Opera

Lihat Hasil Poling







Nama :
Website :
Pesan